ARV bukanlah obat yang meningkatkan kualitas hidup Odha. Justru tanpa ARV kondisi mereka makin baik dan normal. Terry R. memberikan kesaksiannya, menceritakan kepada kita bahwa hidupnya jauh lebih baik tanpa ARV/HAART. Inilah kisah hidupnya yang telah terbebas dari penipuan dan perbudakan “hoax” HIV/AIDS:
Ada dua tanggal penting dalam hidup saya yang pernah terjadi berhubungan HIV dan AIDS.
Musim semi (Mei), 2000 saya terdiagnosis positif HIV oleh Dept. Kesehatan di Florida. Segera saya mengatur janji temu dengan seorang Spesialis Penyakit Menular. Saya telah menjalani hidup selibat (tanpa seks) selama 5 tahun sesudah terdiagnosa positif HIV tapi ini saya lakukan atas rekomendasi dokter keluarga karena saya juga menderita Shingles (Herpes Zoster) yang sangat parah.
Dokter mengatakan bahwa saya akan meninggal dalam waktu 6 bulan jika saya tidak segera memulai pengobatan HAART. Jadi, tanpa tahu apa-apa dan karena percaya dengan ketetapan medis, saya pun menyetujui untuk memulai HAART.
Selama lebih dari tujuh setengah tahun kemudian, dengan penuh kepercayaan saya memakai HAART, setiap pagi dan sore, terus bervariasi dari satu kombinasi obat ke kombinasi obat lainnya. Beberapa dari mereka menyebabkan naiknya kadar kolesterol sehingga saya mengganti ke obat lainnya. Beberapa pengobatan yang sudah saya pakai lama adalah Combivir, Epiver, Sustiva, Viread, Trizivir, dan lain-lain.
Efek samping paling buruk yang pernah saya alami adalah kadar kolesterol tinggi, berkurangnya otot (otot saya sekarang sangat sedikit), masalah pencernaan dan perut kembung terus menerus, sembelit berkepanjangan, dan pipi yang “melorot” ke bawah. Saya mulai terlihat seperti hampir mati. Tapi dokter saya tidak akan mengakuinya. Saya juga kehilangan sebagian besar gigi saya selama tahun pertama perawatan medis… namun demikian viral load secara konsisten tak terdeteksi dan sel T saya naik dari biasanya <200 menjadi sekitar 500 dan terus tetap ke jumlah itu.
Singkat cerita, saya tidak menderita efek samping obat seburuk yang pernah dialami orang lain. Setidaknya saya tidak menderita diare. Saya terus melanjutkan kerja full time saya dan tidak pernah ijin kerja karena sakit selain mungkin karena flu sekali dalam setahun. Bagi orang lain, saya lebih terlihat sehat dibandingkan terlihat seperti orang yang sedang sekarat.
Di tahun 2007, saya menemukan buku Christine Maggiore, “Bagaimana Jika Apa yang Anda Tahu tentang HIV adalah Salah? (What if everything you knew about AIDS is wrong),” dan buku tersebut telah mengubah hidup saya. Saya segera membaca buku Peter Duesberg setebal 800 halaman lebih, “Penemuan HIV/AIDS (The Invention of HIV/AIDS)” dan di titik itu, tantangan terbesar saya adalah mengendalikan rasa jijik dan amarah saya (terhadap penipuan hoax AIDS). Saya tetap bergumul dengan semua itu setahun kemudian.
Selesai membaca buku Peter dan mencari-cari informasi lain yang ada, saya bicara dengan dokter saya, yang sudah diganti di akhir tahun 2006 berhubung dokter sebelumnya berhenti praktek. Dokter baru benar-benar sangat yakin dengan pandangan bahwa HIV menyebabkan AIDS dan obat HAART adalah obat luar biasa yang bisa menyelamatkan hidup kita. Well…, saya tahu bahwa saya tidak bisa terus membayar dokter dengan pikiran tertutup seperti itu, jadi saya “memecatnya”. Tanpa saya sendiri sadari saat itu, keputusan tersebut sangat memerdekakan… salah satu keputusan terbaik yang pernah saya buat seumur hidup saya.
Saat itu adalah akhir Juli 2007. Saya berhenti dari semua pengobatan HAART di hari pertama Agustus 2007. Saya juga berhenti mengecek viral load dan sel T saya, sama sekali berhenti bertemu dengan dokter saya di tahun ini, kecuali bertemu dokter gigi untuk check-up dan pembersihan, dll. Toh saya tidak merasa perlu. Jumat ini akan menjadi ulang tahun ke 57 saya… dan saya bermaksud untuk merayakannya dengan cara berbeda.
Saya harus mengatakan bahwa saya tidak percaya dengan teori HIV=AIDS… dan itulah dia… hanya sebuah teori…dan memiliki banyak “lubang” di dalamnya. Saya tidak takut dengan status HIV saya, walaupun saya masih diberi label positif HIV dan harus menyingkapkan fakta tersebut ke semua pasangan seksual saya supaya terlepas dari tuduhan “pembunuhan” karena tidak memberitahukan yang sebenarnya. Jadi, demikianlah status HIV saya akan “menghantui” seumur hidup saya kecuali atau sampai industry HIV/AIDS hancur. Kita hanya bisa berharap!
Saya belum pernah merasa begitu baik sebelumnya sejak melakukan pembersihan tubuh dari racun kimia di musim gugur tahun lalu. Saya jadi vegetarian sejak 1972, jadi saya mencoba untuk memiliki pola makan sehat dan mengkonsumsi suplemen vitamin. Saya melanjutkan bekerja penuh waktu, memiliki usaha sendiri dan sangat sehat, bahagia serta sejahtera.
Saya mendukung siapapun yang terdiagnosa HIV untuk melakukan penelitian sendiri. Rasanya “dag dig dug” saat pertama melakukannya (penelitian sendiri)… dan memang demikian. Bagaimanapun juga, ada banyak website dengan informasi dan pengetahuan dasar yang akan membantu Anda membuat keputusan apakah akan melanjutkan pengobatan (HAART) atau tidak. Setiap orang harus membuat keputusan tersebut untuk dirinya sendiri… bukan karena saya, bukan karena dokter Anda atau bahkan keluarga Anda. Ini adalah tubuh Anda, hidup Anda. Bukan milik orang lain.
Dengan melakukan penelitian sendiri akan membantu Anda keluar dari rasa takut yang telah “melekat” dalam jiwa Anda dan akan membantu Anda untuk berpikir. Kami semua di sini akan mengatakan kepada Anda bahwa bukti-bukti begitu banyak dan kita telah ditipu untuk percaya paradigm “genocidal” mengerikan ini. Berpikirlah untuk diri sendiri.
Doa saya yang terbaik untuk Anda yang membaca kesaksian ini dan yang berada di situasi serupa (sebagai Odha).
.
Salam,
Terry R.
Anda dapat menghubungi saya di mikaousui@msn.com
.
Link referensi: http://www.livingwithouthivdrugs.com/terry.htm
.
Artikel Terkait:
Kesaksian dari “AIDS Survivor” Tanpa ARV
Hati-Hati! ARV Bukanlah Terapi yang Meningkatkan Kualitas Hidup
Minyak Kelapa dan Urin Obat Alternatif untuk HIV/AIDS
Efek Samping Dari Obat AIDS “Tidak Berbeda” dari AIDS Itu Sendiri
.
“Menjual HIV/AIDS”
Artikel di atas adalah bagian dari buku “Menjual HIV/AIDS”, pertama di Indonesia yang mengungkap sisi kontroversial AIDS, membeberkan rahasia terlarang bahwa AIDS merupakan BISNIS MAHA BESAR. Buku ini mengungkapkan rahasia:- HIV bukanlah penyebab AIDS!
- HIV itu tidak ada! Gambar-gambar mikroskop elektron dari HIV yang ada sekarang adalah manipulasi komputer dan manipulasi kultur laboratorium.
- Jika HIV itu ada, ia tidak lebih ganas dibandingkan flu biasa!
- Test HIV selama ini tidak akurat! Jika Anda baru saja flu, demam, cacar, atau sedang hamil… Anda akan mendapatkan hasil test HIV yang positif padahal Anda tidak mengidap HIV.
- Yang membunuh Odha bukanlah HIV, tapi ARV/obat AIDS itu sendiri!
- Odha yang menolak ARV justru JAUH lebih sehat dan lebih menikmati hidup dibandingkan yang memakai ARV!
- Holistik modern bisa menyembuhkan AIDS!
- Dan hebatnya… Anda akan tahu, bagaimana menyembuhkan AIDS secara alami dan tanpa efek samping! Ya benar sekali… MENYEMBUHKAN… bukan SEKEDAR MERAWAT!!!

Hallo! Saya Dt. Awan, seorang Danton atau praktisi holistik modern Ananopathy yang mengobati berbagai penyakit dengan memanfaatkan Hukum Alam & sains modern. Lewat HI, saya mendedikasikan diri untuk mengungkapkan rahasia awet muda, susah sakit, dan panjang umur kepada masyarakat awam serta melindungi Anda dari kejahatan bisnis dunia medis konvensional.
6 comments
Comments feed for this article
14/03/2009 pada 4:01 am
DB
http://www.rethinkingaids.com/quotes/rethinkers.htm
14/03/2009 pada 4:02 am
DB
Please support :
http://www.rethinkingaids.com/quotes/rethinkers.htm
14/03/2009 pada 4:14 am
DB
Apakah Heal Indonesia melakukan gerakan yang vokal kepada DEPKES, Lembaga HAM Indonesia, dll; untuk menyuarakan sungguh2 mengenai dampak ARV ?
Pemakai obat tersebut harus menandatangani kontrak seumur hidup. Apakah mereka akan dihukum atau didenda, hanya karena memilih menghentikan program ARV mereka ?
Adakah Heal Indonesia bekerja sama dengan ADVANCE yang mengadakan program wisata detox ?
20/03/2009 pada 12:56 am
Awan
Pak DB,
HI adalah gerakan yg kontroversial jadi tidak akan bisa diterima langsung & formal oleh DEPKES & lembaga2 pemerintah lainnya. Pemerintah hanya mau mengakui gerakan2 yg sdh diakui dunia…bukannya yg kontroversial spt HI ini. Ini juga terjadi diluar negeri spt misalnya Alive & Well, Peter Duesberg, AIDSMyth dan lain2 yg tdk bs bekerjasama dg pemerintah, tapi harus berdiri sendiri.
Di Indonesia, blm ada tindakan hukum bagi yg memilih menghentikan program ARV. Di luar negeri jg blm. Semoga saja tidak akan pernah ada. HI tdk ada kerjasama dg ADVANCE.
10/11/2009 pada 4:01 pm
dhes
salam.
saya mau tanya, apakah cerita cerita dan pengalaman (AIDS survivor-tanpa ARV) itu telah di buktikan dengan sebuah penelitian Evidence Based Medicine?
rasa nya terlalu konyol untuk mempercayai sebuah penelitian berdasarkan cerita subjektif dan dengan hanya memakai 1 sample.
apakah anda mendapati Survivor tersebut secara langsung (bukan dari media atau pun tulisannya) dan apakah survivor itu masih hidup hingga detik ini?
dimana letak ke akuratan hal yang di sebut penelitian dengan tidak menggunakan metode dan sample yang masuk akal?
terima kasih atas jawaban nya.
11/11/2009 pada 7:14 am
Pusat Yherapy Kanker & Kekebalan Tubuih Alternatives
Dear Dhes,
Silahkan bila anda ingin mengetahui bagaimana rekan Aids Survivor tetap survive, yakin dan tetap menjadi subjek dalam therapy mandiri yang dilakukan.
GBU. Yasar Nurma Foundation