Ini adalah artikel dari Ron Rosedale, MD yang sangat kontroversial, bertentangan dengan apa yang para dokter konvensional percaya dan praktekkan. Namun pengetahuan ini harus dan wajib saya sebarkan karena bisa menyelamatkan banyak nyawa penderita diabetes ketika diterapkan. Jika Anda atau orang yang Anda kenal memiliki diabetes dan ingin menaklukkan penyakit “bandel” serta mematikan ini, silahkan membacanya dengan teliti. Jika Anda adalah dokter konvensional, silahkan Anda membandingkannya dengan kenyataan praktek di komunitas medis Anda selama ini.
Diabetes Bukanlah Penyakit Gula Darah!, Oleh: Ron Rosedale, MD
Seperti yang saya nyatakan sebelumnya dan satu konsep yang saya ingin semua orang ketahui untuk menyelamatkan ribuan atau bahkan jutaan nyawa adalah bahwa diabetes bukanlah penyakit gula darah, tapi merupakan penyakit insulin dan mungkin lebih penting lagi yaitu penyakit signal leptin. Dan ketika konsep ini mulai diketahui di komunitas medis, artikel-artikel seperti ini secara otomatis pasti akan terus dipublikasikan sehingga terungkaplah kekurangan pengobatan medis konvensional dalam mengatasi penyakit-penyakit kronis seperti misalnya diabetes dan penyakit jantung, serta kesalahan mereka tentang nutrisi.
Ciri khas dari perawatan konvensional adalah mengatasi gejala, dalam kasus ini berarti naiknya kadar gula darah dan bukannya fokus kepada penyebabnya. Gejala merupakan cara alam mengajarkan tubuh kita bagaimana caranya mengatasi suatu penyakit. Sebagai contoh, pilek adalah gejala yang dirancang untuk membersihkan hidung dan sinus dari virus dan bakteri ketika seseorang sedang “flu”. Minum decongestant akan menghalangi mekanisme tubuh kita dalam mengatasi infeksi tersebut dan dengan demikian akan memperpanjang infeksi.
Sama juga dengan perawatan yang berfokus semata-mata hanya untuk mengurangi kadar gula bagi diabetes dengan cara meningkatkan insulin, akan dapat memperparah diabetes itu sendiri dibandingkan jika kita mengobati masalah sesungguhnya, yaitu “miskomunikasi metabolik”. Penanganan seperti ini sama saja dengan lingkaran setan. Naiknya level insulin berhubungan dan bahkan menyebabkan:
- penyakit jantung,
- peripheral vascular,
- stroke,
- tekanan darah tinggi,
- kanker,
- kegemukan dan
- masih banyak penyakit lainnya.
Sejak kebanyakan perawatan untuk diabetes (tipe 2, kebal insulin) menggunakan obat-obatan yang menaikkan insulin atau menyuntikkan insulin, hasilnya pun menjadi tragis, dimana perawatan medis konvensional malah menimbulkan beberapa efek samping dan memperpendek usia pasien.
Untuk Bisa Menang, Ketahuilah Musuhmu
Pengobatan konvensional tidaklah cocok untuk diabetes. Selama 2 milenium diabetes dianggap sebagai penyakit gula. Walaupun berabad-abad telah ada perkembangan ilmu pengetahuan seperti misalnya ditemukannya insulin dan akhir-akhir ini adalah ditemukannya leptin, tetap saja dunia medis konvensional tidak berubah. Sepertinya obat medis membuat sedikit atau bahkan tidak ada perubahan pada diabetes. Lebih jauh lagi, peran insulin yang sebenarnya dalam tubuh kita, telah disalahpahami secara luas di antara komunitas medis.
Peran Utama Insulin Bukanlah Untuk Menurunkan Kadar Gula Darah
Ini mungkin mengejutkan Anda, begitu juga dengan dokter Anda, bahwa peran utama insulin dalam tubuh kita bukanlah untuk mengendalikan kadar gula darah. Pengendalian gula darah pada umumnya ke arah atas, bukannya ke bawah. Beberapa jenis jaringan dan sel dalam tubuh kita seperti misalnya sel darah merah, memerlukan glukosa untuk energi (sisanya lebih cenderung membakar lemak atau ketone dari hasil metabolism lemak). Oleh karena itu adalah penting untuk selalu memiliki sedikit glukosa di dalam darah kita.
Dari sejak dahulu kala, trik alam adalah menjaga agar gula dalam darah tidak sampai terlalu rendah karena dulu tidak banyak ada gula. Kebanyakan tajin dan padi-padian yang akan diubah menjadi gula tidak bisa dicerna kecuali dimasak. Anda pasti akan memaksa rahang dengan keras untuk bisa mengunyah kentang yang tidak dimasak.
Sumber utama gula adalah dari buah-buahan dan biasanya tersedia secara musiman. Dan bahkan kita perlu bekerja dan berjuang untuk bisa mendapatkannya. Setelah itu, tubuh “membakar” gula dari buah yang kita makan serta tubuh kita otomatis menjaga gula tersebut untuk tidak naik terlalu tinggi. Hormon-hormon seperti cortisone, epinephrine, norepinephrine, glucagon, dan hormone pertumbuhan memastikan bahwa kita memiliki cukup glukosa bagi sel atau jaringan tubuh yang membutuhkannya.
Gula Darah Tinggi Jaman Dulu Jarang Ada
Namun ketika kadar gula kita mulai naik, ini adalah suatu tanda bahwa kita telah memiliki energi yang lebih untuk bisa kita bakar dan dengan demikian, tubuh berpikir bahwa adalah ide yang baik jika tubuh menyimpan kelebihan yang ada. Boleh dikata, “agar tidak mubazir”, toh makanan tidak selalu tersedia. “Makan atau lapar” adalah hukum alam yang berlaku di sini.
Pada saat gula darah naik, ini adalah suatu tanda bagi insulin untuk terlepas dan mengarahkan kelebihan energi ke dalam penyimpanan. Sejumlah kecil tersimpan sebagai tajin yang disebut glycogen di dalam tubuh, tapi kebanyakan disimpan sebagai stok energi utama kita, yaitu lemak. Demikianlah kita tahu bahwa peran utama insulin bukanlah untuk menurunkan kadar gula darah, tapi untuk menyimpan kelebihan energi yang ada bagi keperluan di masa datang.
Insulin menurunkan kadar glukosa sebagai efek samping dari mengarahkan kelebihan energi ke penyimpanan. Peran insulin bahkan melangkah lebih jauh lagi dari itu. Insulin saat ini sedang diteliti dengan penuh perhatian oleh para ilmuwan yang mempelajari biologi penuaan. Telah ditemukan bahwa ketika insulin dipertahankan tetap rendah, baik itu dengan cara diet atau lewat manipulasi genetik pada hewan percobaan, ternyata mereka hidup lebih lama dan penuaanpun berkurang. Ini terbukti benar pada spesies hewan yang berbeda-beda, mulai dari sel tunggal ragi, kemudian cacing, lalat, dan sepertinya juga pada primata.
Kelihatannya, rendahnya insulin adalah suatu tanda bahwa energi yang ada adalah langka dan hewan perlu memfokuskan energi mereka untuk mempertahankan dan memperbaiki metabolisme mereka sendiri sehingga mereka bisa lebih lama bertahan hidup dan berkembangbiak. Jadi peran insulin adalah mengendalikan gula darah, menyimpan stok energi, dan juga mengatur tingkat penuaan termasuk gejala-gejala utama dari penuaan, seperti misalnya: diabetes, penyakit jantung, obesitas, osteoporosis, demensia, dan bahkan kanker.
Semua Penyakit Kronis Dikarenakan Oleh Karena Miskomunikasi Pesan di Dalam dan Di Antara Sel
Sebagaimana pernah saya nyatakan dalam artikel sebelumnya, semua penyakit kronis terjadi oleh karena adanya miskomunikasi pesan di dalam dan di antara sel. Tentu saja diabetes merupakan penyakit miskomunikasi pada insulin dan mengenal peran sebenarnya dari insulin bagi tubuh akan membantu kita untuk bisa menggali lebih dalam lagi akar permasalahan diabetes dan penyakit kronis lainnya.
Insulin Juga Belum Tentu Merupakan Hormon Paling Utama dalam Diabetes atau Penyakit Kronis Lainnya
Penghormatan paling utama jatuh pada leptin. Nampak sepertinya hormon leptin secara meluas bertanggung jawab terhadap keakuratan signal insulin dan menentukan apakah seseorang bakal kebal insulin (insulin resistant / diabetes tipe 2) atau tidak.
Leptin, hormon yang baru-baru ini ditemukan diproduksi dari lemak, berfungsi memberi informasi kepada tubuh dan otak tentang berapa banyak energi yang dimiliki, apakah perlu tambahan lagi (melalui rasa lapar) atau apakah perlu menghilangkan beberapa (stop rasa lapar), dan yang penting juga memberi informasi akan apa yang harus dilakukan dengan energi yang telah dimiliki (diproduksi kembali, meregulasi perbaikan sel atau tidak).
Penelitian penting baru-baru ini mengungkapkan 2 organ tubuh paling penting yang akan menentukan apakah seseorang menjadi diabetes (tipe 2) atau tidak adalah organ hati dan otak, dan itu pun bergantung dari kedua organ ini dalam “mendengar “ pesan dari leptin.
Leptin sangat mempengaruhi (jika tidak mengendalikan) fungsi dari hypothalamus dalam otak kita, termasuk:
- Reproduksi,
- Fungsi Thyroid,
- Fungsi Adrenal dan,
- Sistem syaraf simpatik.
Lemak dan leptin, sangat mempengaruhi peradangan kronis dan dengan demikian penyakit-penyakit yang berhubungan dengan hal ini adalah termasuk penyakit jantung, Alzheimer, dan diabetes. Sekarang telah nampak bahwa dalam kasus ini bukanlah otak yang mengendalikannya, tapi lemak melalui leptin yang berperan utama.
Sang Musuh Bukan Hanya Asing Bagi Komunitas Medis, Tapi Juga Tidak Dimengerti Sama Sekali
Tidaklah heran jika diabetes (tipe 2) tidak bisa ditaklukkan oleh medis konvensional.
Dari statistik yang ada, diabetes telah meningkat lebih dari 700% selama 50 tahun ini. Ini mengungkapkan 2 fakta yang sangat penting:
- Diabetes bukanlah penyakit genetika karena statistik diambil dari tempat dengan generasi yang sama dan genetika yang sama.
- Apa yang telah kita lakukan sudah jelas salah dan perlu dirubah.
Apa yang salah itu adalah diet (pola makan).
Adalah susah atau bahkan mustahil untuk membuktikan bahwa sesuatu itu benar. Namun tidaklah susah untuk membuktikan bahwa sesuatu itu salah. Selama 50 tahun, orang Amerika telah mengikuti (setidaknya sebagian) rekomendasi nutrisi yang pola makannya kaya akan karbohidrat kompleks dan rendah lemak jenuh dari:
- American Dietetic Association,
- American Heart Association, dan
- American Diabetes Association
Ini merupakan kekonyolan karena kebanyakan dari karbohidrat kompleks tersebut, seperti misalnya kentang, nasi, sereal, pasta, dan roti dengan cepat diubah menjadi gula oleh tubuh dan kelebihan gula yang ada (glukosa) dengan cepat diubah menjadi asam lemah jenuh berantai panjang (palmitic acid; “palm oil”). Serentak dengan rekomendasi diet yang salah tersebut, tingkat diabetes dan obesitas jadi melambung tinggi dan menjadi salah satu epidemik dunia terburuk dari yang pernah ada.
Makan dengan pola tinggi karbohidrat “kompleks” dan rendah lemak jenuh untuk mencapai kesehatan yang baik dan umur panjang telah terbukti salah. Setidaknya ada sedikit akal sehat yang mengatakan pada kita untuk mencoba diet yang lain.
Diabetes adalah Penyakit Nutrisi dan Sains Nutrisilah yang Bisa Mengatasinya
Ilmu pengetahuan atau sains memberitahukan kepada kita bahwa kita harus memiliki pola makan atau diet yang memaksimalkan keakuratan penyampaian pesan insulin dan leptin kepada sel tubuh kita. Dan cara untuk supaya penyampaian pesan kedua hormone tersebut bisa “terdengar” dengan baik adalah dengan merendahkan level insulin dan leptin itu sendiri.
Itu berarti pola makan Anda haruslah menekankan pngkonsumsian lemak yang baik dan mengurangi karbohidrat non-serat/tajin sebagaimana tertulis di buku saya “The Rosedale Diet” dan buku Dr. Mercola, “Total Health Program“. Dengan melakukan hal tersebut akan meningkatkan dengan drastic bahkan menyembuhkan diabetes tipe 2, penyakit jantung, hipertensi, dan banyak penyakit kronis lainnya bahkan memperlambat penuaan itu sendiri, sebagaimana banyak dari pasien saya yang sanggup secara total menghentikan penggunaan obat-obatan mereka termasuk insulin. Dengan mengikuti panduan tadi, Anda (dan gen Anda), akan “menjadi yang terbaik dari apa yang Anda inginkan.”
Referensi: http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2005/05/31/diabetes-disease.aspx
KOMENTAR AWAN
Menaklukkan diabetes dengan teknik Ron Rosedale telah terbukti dari pengalaman saya sendiri. Tiap pasien diabetes yang saya rawat selalu saya berikan perbaikan nutrisi dan hasilnya sungguh mencengangkan dan lebih cepat dari yang saya duga.
Pernah saya memiliki pasien dengan diabetes tipe 2 yang kondisinya sangat parah. Sebut saja nama beliau adalah Bu Ani. Beliau adalah wanita berusia 70-an tahun, menderita diabetes selama 30-an tahun dan oleh karena diabetesnya, beliau buta selama belasan tahun. Untuk kebutaannya, Bu Ani telah dioperasi laser namun tidak ada perbaikan sama sekali pada kedua matanya. Selain itu, kondisi tubuh Bu Ani sangat lemah, tidak bisa bergerak kemana-mana, kurus, dan dalam sehari bisa mencret 7 kali. Sungguh keadaan yang menyedihkan.
Saya cek apa saja yang sebenarnya telah diberikan oleh dokter dan bagaimana dietnya. Saya mendapati bahwa apa yang dianjurkan oleh dokter adalah salah begitu juga dengan obat-obatan yang dikonsumsi. Jadi saya menganjurkan supaya keluarga Bu Ani jangan memberikan obat-obatan dokter lagi dan mengganti diet dokter dengan diet saya.
Mereka melakukan apa yang saya anjurkan dan tiga hari kemudian diarenya berhenti total dan sebulan kemudian ada perbaikan pada penglihatannya dan Bu Ani bisa bebas bergerak ke mana saja Bu Ani kehendaki.
Kemajuan yang dialami Bu Ani ini sungguh mengejutkan saya sendiri karena kalkulasi saya adalah jika beliau sudah 30-an tahun menderita diabetes dan kondisinya makin parah pada waktu itu, mungkin saya perlu waktu 6 bulan untuk memulihkannya. Tapi ternyata Bu Ani bisa pulih dalam waktu yang sangat cepat.
Sekarang bagi pembaca yang menderita diabetes atau mungkin Anda memiliki keluarga yang menderita diabetes, silahkan memilih perawatan manakah yang akan Anda ambil: perawatan medis dokter konvensional atau perawatan holistik modern?
Perawatan medis dokter didasarkan pada teknik buatan manusia sedangkan penyembuhan holistik modern didasarkan pada ilmu pengetahuan mengenai alam ciptaan Tuhan dan bagaimana memanfaatkannya.
Manakah yang Anda percaya paling manjur, alam ciptaan Tuhan atau obat-obatan buatan manusia?
Artikel ini adalah bagian dari ebook/buku elektronik “Rahasia Menyembuhkan DIABETES Secara TUNTAS dan ALAMI”. Jika Anda ingin mendapatkan jawaban lengkap untuk menyembuhkan diabetes, silahkan memesannya dengan cara mengklik gambar ebook di bawah ini:
Klik untuk memesan ebook/buku elektronik “RAHASIA Menyembuhkan DIABETES Secara TUNTAS danALAMI” yang akan membantu Anda memperoleh kesembuhan yang tidak akan pernah Anda dapat dari Medis Konvensional!!!

Hallo! Saya Dt. Awan, seorang Danton atau praktisi holistik modern Ananopathy yang mengobati berbagai penyakit dengan memanfaatkan Hukum Alam & sains modern. Lewat HI, saya mendedikasikan diri untuk mengungkapkan rahasia awet muda, susah sakit, dan panjang umur kepada masyarakat awam serta melindungi Anda dari kejahatan bisnis dunia medis konvensional.
24 comments
Comments feed for this article
29/09/2008 pada 7:46 am
zamsari
semoga publikasi ini di sebarkan ke banyak orang terutama dokter dokter yang selama ini terbukti salah
05/10/2008 pada 7:09 am
Titiek Setiawati
Pak Awan, bagaimana dengan DM type 1? Apakah sudah ada testimoninya?
Putri saya terkena DM type 1 sejak 8 th yl, suntik insulin 4X sehari. Sekarang usianya 19 th dan sedang kuliah di Malaysia. Selama ini kami hanya memberikan pengertian dan pengetahuan agar dia bisa mandiri dalam mengatur makan dan dosis insulin.
Apakah DM type 1 ini masih ada harapan untuk sembuh total tanpa suntik insulin?? Dalam arti kata, sel beta yg sudah tidak berfungsi bisa regenerasi dan berfungsi seperti semula??
Berita mengenai efek samping Aspartame juga sangat meresahkan karena selama ini hanya Aspartame yg tidak ada after taste-nya. Yang dikatakan fructose dan gula jagungpun, kadang di dalamnya masih terkandung Aspartame. Anak saya sudah terbiasa minum teh/susu tanpa pemanis, tetapi kue kering/coklat untuk diabetisi hampir semuanya menggunakan Aspartame.
Bagaimana menurut Anda pak Awan?
Thanks a lot & GBU!!!
05/10/2008 pada 3:06 pm
Awan
Saya akan jawab Ibu lewat email. Thx
Awan
06/10/2008 pada 6:58 am
wahyu
salam mas awan..
begini, ayah saya merupakan salah satu penderita diabetes tipe 2 sejak pertama kali diagnosis 21 tahun lalu, dan kurang lebih setahun ini harus tergantung pada suntikan insulin. beliau juga selama ini mengkonsumsi salah satu produk pemanis pengganti gula (yang saya baca dalam artikel mas awan yang lain, justru sanagt berbahaya). mengetahui bahaya produk2 tersebut, tentunya saya sangat ingin agar dapat memperoleh alternatif pengobatan lain yang lebih aman untuk penderita diabetes. saya sangat tertarik dengan terapi yang mas awan paparkan dan diet rosdale yang ada di artikel ini. kira-kira bagaimana pelaksanaannya ya? mohon jawabannya. terimakasih banyak sebelumnya
07/10/2008 pada 12:00 am
Awan
Sy akan jwb pertanyaan Pak Wahyu via email. Thx
09/10/2008 pada 9:05 am
nilawati
Salam Mas Awan,
Langsung aja ya, Ibu saya 65 tahun menderita DM selama 15 tahun. sudah berobat ke beberapa dokter dan alternativ tidak ada hasilnya, bahkan 6 bulan yang lalu sempat menggunakan insulin selama +/- 4 bulan yang justru mengakibatkan penurunan stamina kesehtan Ibu saya seperti : daya ingat semakin menurun, anggota tubuh semakin lemas, sehingga pemakaian insulin tidak dilanjutkan, kondisi Ibu saya sekarang semakin memburuk yaitu kulit seluruh tubuhnya kering n timbul banyak koreng/luka yg pada pinggirannya bernanah, apa yang harus saya lakukan dengan kondisi tersebut ? saya sangat tertarik dengan kisah Ibu Ani dan terapi yang mas awan paparkan juga diet rosdale yang ada di artikel ini. kira-kira bagaimana pelaksanaannya ? mohon jawabannya. terimakasih banyak sebelumnya
11/10/2008 pada 3:29 am
Awan
Sy akan jawab Mbak Nila lewat email. Bnyk data saya butuhkan dr Mbak. Thx
13/10/2008 pada 9:35 am
calon dokter
peran ama fungsi insulin dlm trjadinya diabetes melitus tipe 1 ama tipe 2 apaan y ???
tolong d jawab segera yaaa,,,
thx b4,,,,
13/10/2008 pada 10:03 am
Awan
PENGUMUMAN: Oleh karena pengerjaan beberapa proyek, mulai dari tanggal 13 – 26 Oktober 2008 segala konsultasi dan comment dari Anda belum bisa saya berikan tanggapan. Untuk itu saya mohon maaf dan tanggapan akan saya berikan kembali pada tanggal 27 Oktober 2008.
20/10/2008 pada 1:43 am
jakapantura
pak artikelnya kalo boleh saya muat di blog saya http://www.jakapantura .wordpress.com
kebetulan saya juga terkena DM tapi saya tidak mengkonsumsi obat dokter. saya pake herbal arternatif. alhamdulillah gula saya normal2 saja.
saya setuju kalo obat dokter hanya mengatasi gejala bukan penyebab. banyak herbal alternatif yang ternyata cara kerjanya mengobati penyebabnya dulu sehingga otomatis kadar gula juga trun sendiri.
pengalaman mertua saya dan orang tua teman2 saya yang terkena DM meskipun mereka tetap minum obat dokter tapi makan seperti biasa dan HERBAL sebagai obat pelengkap. rata2 mereka sudah 15 tahun lebih kerkena DM tapi tidak ada komplikasi yang berarti.
saya sendiri hanya maengkonsumsi obat dokter 2 minggu selanjutnya mengikuti petunjuk pengobatan alternatif. dan hasinya ternyata jauh lebih baik
20/10/2008 pada 1:57 am
Awan
Silahkan. Akan sgt membantu sekali utk bersama-sama kita sembuhkan Indonesia :)
24/10/2008 pada 10:15 am
mega ayu sm
sore mas awan ,
umur aku br 20 tahun ,, di keluarga aku memang ada keturunan darah gula. suatu saat aku mengalami luka” pada bagian kaki & itu sll mengeluarkan cairan. beberapa bulan lalu aku ke dokter untuk cek tingkat darah gula setelah hasilnya keluar ternyata masih bisa dibilang normal ( maaf aku lupa berapa tekanan darah gula nya ) selang beberapa bulan kemudian , aku mengalami hal yg sama , sakit itu br sembuh sekitar 2 minggu kemudian. ternyata sudah dari 1 minggu lalu smp skrank ( hr ini ) 24 oktober 2008 aku mengalami sakit itu lagi. kedua kaki ku penuh dengan luka” sm seperti sebelum”nya. bagian kiri kaki dr bawah smp atas udh ga sakit lagi cm parahnya bagian kaki kanan.. dr telapak kaki smp paha penuh luka” , smua itu timbul begitu aja. tp khusus telapak sm betis setiap luka sll mengeluarkan cairan / nanah. aku dan keluarga rencana besok br check up ke dokter lagi untuk cek kulit dan darah , krn qta takut waktu beberapa bulan lalu hasil tes darahnya salah. krn penyakit itu timbul disaat aku tidak mengontrol makanan dan tll banyak minum / makan yg manis”. menurut mas awan penyakit yg aku alami ini apakah sudah masuk ke dalam kategori terkena darah gula / diabetes..? dan apa solusinya / obatnya..? terima kasih.
27/10/2008 pada 3:45 pm
Awan
Utk Calon Dokter yg bertanya, “peran ama fungsi insulin dlm trjadinya diabetes melitus tipe 1 ama tipe 2 apaan y ???”
Secara gampangnya sy akn jelaskan berikut:
Tubuh kita anggap saja mengandung kira2 1 galon darah, sebenarnya hanya butuh 1 sendok teh gula setiap hari utk tetap bertahan hidup. Jika lbh dari itu, spt misalnya 1 sendok makan gula setiap harinya, tubuh kita akan mati. Tapi mungkin kita heran, “lho tapi kita khan setiap harinya konsumsi gula lbh dr 1 sendok makan. Tp kenapa kt tetap OK OK saja?”
Karbohidrat yg kita makan akan dianggap gula oleh tubuh kita dan BENAR… kt telah mengkonsumsi gula atau karbohidrat lbh dr 1 sendok teh/mkn. Nah utk supaya kadar gula darah tetap normal, maka pancreas mengeluarkan insulin untuk mengubah gula yg ada menjadi lemak. Tapi lemak dari hasil insulin ini ada jeleknya, yaitu susah dibakar sebgai energy.
Ketika kt konsumsi karbohidrat terus menerus dlm jumlah berlebihan dan ini jadi kebiasaan kita yg MENAHUN, itu berarti kita sedang membuat pakreas kt jadi “KERJA RODI” shg mengacaukan system dan sel metabolism pancreas, lalu membuatnya jadi “korsleting”. Korsletting inilah yg akhirnya membuat pancreas tdk bs memproduksi insulin seperti biasanya. Obatnya adl perbaikan metabolismenya lagi, bkn diberi insulin sintetis. Perbaikan pola makan dan hidup serta pemberian suplemen adl cara menaklukkan diabetes tipe 2.
Utk kasus tipe 2, ini akan terjadi jika kita terus menerus membombardir tubuh dg insulin. Tubuh akan kebal dg insulin shg tdk merespon lg terhadap insulin ini. Inilah yg disebut diabetes tipe 2, yaitu insulin resistant. Jadi jika diabetes tipe 1 terus menerus diberi insulin, diabetesnya akan berkembang menjadi tipe 2, shg walaupun sdh disuntik insulin, kadar gula darah akan tetap naik. Penyembuhannya jg sama dg tipe 1.
Demikian sj penjelasan singkat dr saya. Jika ada pertanyaan lg, jgn sungkan2 utk email.
28/10/2008 pada 3:31 pm
Awan
Utk Mbak Mega Ayu, sy akan balas Mbak via email. Thx
25/11/2008 pada 4:32 pm
Rudy
Mertua saya (+/-60thn,perempuan) yg menderita diabetes saat ini dirawat di rs panti rapih Jogya. rencana akan diamputasi kaki kirinya krn sdh mulai membusuk akibat darah tidak dpt mengalir akibat penyumbatan mulai dr pangkal paha.
Apakah yg bisa bapak bantu spy penyakitnya dapat sembuh dan tdk perlu diamputasi. yg bersangkutan sendiri menolak u/ diamputasi.
Terima kasih sebelumnya.
Hormat saya,
Rudy
24/12/2008 pada 6:20 pm
andi
DISTRIBUTOR ALAT LABORATORIUM KESEHATAN jual alat gula darah murah untuk test gula darah , asam urat dan cholesterol dalam 1 alat , murah , praktis, akurat dan cepat dengan alat nesco multicheck 3in1,
kunjungi http://www.cytomedical.com
14/01/2009 pada 1:28 am
Joko p
Salam pak awan, sya mau minta tlng bantuan sarannya.ibu sya trkena polip dn udah bengkak.skarang msh di rmh sakit dn blm di operasi dgn alasan gula darahnya blm stabil.udh 2 minggu ini.trakhir msh berkisar 300 tkn gula drahx.lngkah apa yg bsa kmi ambil dn ibu sya hrus konsumsi apa spya lkas stabil.terimakasih sebelumnya pak ats bntuannya.
14/01/2009 pada 2:10 am
Awan
Pak Joko,
Yang perlu diperhatikan utk mengatasi diabetes dan polip Ibunya:
1. Selama sakit hindari: manis2, donat, soft drink, kopi, susu, keju, gorengan, junk food, segala jenis mie (kecuali mie buatan sendiri yg tdk ada lilin, pengawet dan pewarnanya) , jagung, kentang, bakso dan snack kering.
Batasi atau Hindari Gula dan Karbohidrat.
Ini termasuk kentang, sedikit nasi, roti, susu, dan buah-buahan manis yang dianjurkan oleh dokter. Ganti makanan yang kaya akan karbohidrat dengan banyak sayur dan buah-buahan tidak manis, serta daging.
Nasi bisa diganti dengan SEDIKIT (kurang lebih seukuran cangkir) beras merah, bubur kacang hijau, atau bubur wortel, ditambah dengan banyak sayur, terlebih brokoli, bayam, dan pare yang sangat baik untuk pasien diabetes. Bapak bisa membuat variasi cap cay di sini.
Untuk buah-buahan, hindari buah yang manis. Pepaya, mangga, pisang, dan lainnya adalah buah yang manis jika matang. Jika Ibu ingin mengkonsumsinya, carilah yang setengah matang.
Pemanis yang bisa dikonsumsi untuk penderita diabetes adalah pemanis dari daun stevia, gula merah/jawa (SEDIKIT SAJA), dan madu. Hindari aspartame atau pemanis buatan yang sering dianjurkan oleh dokter, karena pemanis buatan tidak baik untuk sistem syaraf kita.
2. Hindari stress karena stress memperlemah daya tahan tubuh dan menghambat proses kesembuhan.
3. Jika Ibunya sdh cukup kuat utk pulang, SEGERA bawa pulang beliau, karena tindakan operasi utk polip tidaklah diperlukan disini dan jika Ibu diberi obat2an kimia, kondisi Diabetes Ibu bisa makin parah (spt yg diceritakan pada kesaksian2 para mantan diabetes di artikel saya “Sembuh dari Diabetes dan Tidak Jadi Amputasi Kaki”, kondisi mereka makin parah ketika ada di rumah sakit atau mengikuti saran dokter).
Jawaban lainnya utk MENYEMBUHKAN akan saya email ke Bapak.
11/03/2009 pada 4:54 am
juanidi
Salam Pak Awan,saat ini saya mengalami gejala diabetes , mohon kiranya Pak Awan bersedia memberikan tips diet untuk pra diabetes,saya sangat khawatir penyakit ini akan semakin parah menjadi diabetes,kalo tidak segera diatasi,saat inipun saya belum mengkonsumsi obat dari dokter, Trima kasih
11/03/2009 pada 11:00 am
Awan
Pak Juanidi,
Supaya bs membantu Bapak, sy perlu data lengkap. Jadi mohon bantuannya utk mengisi “Formulir Data Pasien” terlampir. Thx
07/05/2009 pada 7:07 am
Bagaimana Sembuh Total dari Diabetes dengan Cara Praktis dan Alami? « Klinik Online - “HEALINDONESIA”
[...] bahwa DIABETES BUKANLAH PENYAKIT GULA DARAH, [...]
18/07/2009 pada 6:55 pm
sugeng riyanto
salam pak awan, tangan saya kalau pegang gampang kesemutan. apakah ini tanda diabetes. terus saya harus bagaimana. tolong ya pak sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
18/07/2009 pada 11:06 pm
Awan
Salam kenal juga Pak Sugeng,
Itu salah satu gejalanya Pak. Utk tahu kepastiannya, sy sarankan Bapak datang ke dokter utk minta rujukan test lab. Sesdh tahu hasil test labnya silahkan email sy utk mendapatkan “second opinion”, supaya menghindari kemungkinan “malpraktek”. Jika mendptkan resep dari dokternya, jgn dibeli dulu Pak. Diskusikan dulu dg saya.
14/10/2009 pada 2:54 pm
randy
praktek dukun yah mas