Jika Anda dan orang yang Anda kasihi menderita diabetes, dan Anda penasaran bagaimana caranya untuk bisa sembuh, ada kabar gembira untuk Anda.
Anda Tidak Perlu Obat Diabetes untuk Sembuh
Ketika saya menjenguk pasien-pasien diabetes (baik itu diabetes tipe 1 maupun 2), saya selalu mendapati bahwa apa yang diresepkan oleh dokter dan ahli gizi konvensional mereka adalah salah. Apa maksud saya dengan salah? Maksud saya adalah apa yang mereka resepkan tidak sesuai dengan hasil penelitian para ilmuwan kelas dunia.
Kebanyakan ilmu yang diajarkan di sekolah kedokteran adalah ilmu yang berasal dari penelitian perusahaan obat besar, bukan dari mayoritas hasil murni penelitian ilmuwan. Jika suatu pengetahuan tidak menguntungkan perusahaan tersebut, maka perusahaan tidak mendanai penyebaran pengetahuan tersebut. Jadi, ilmu tersebut tidak murni, tapi telah dicemari dengan unsur bisnis.
Andalan dokter adalah obat, bukan pengetahuan ilmiah tentang alam ciptaan Tuhan yang lebih sempurna. Pengobatan konvensional lebih menekankan bahwa obat buatan manusia itu lebih manjur dibandingkan alam buatan Tuhan. Oleh karena itu Anda akan mendapati bahwa mata perkuliahan dokter konvensional dipenuhi dengan ilmu obat dan teknik-teknik buatan manusia, dan sangat sedikit materi yang mempelajari alam dan bagaimana memanfaatkan alam untuk kesehatan manusia.
Di dunia pengobatan konvensional, Anda akan mendapati “bisnis merawat penyakit”, bukannya “bisnis menyembuhkan penyakit.” Itulah perbedaan ilmuwan dengan dokter konvensional. Ilmuwan mengetahui pengaruh leptin, insulin, gaya hidup dan pola makan terhadap diabetes, sedangkan dokter konvensional lebih diajarkan tentang penggunaan obat dan hormone insulin.
Diabetes tipe 1 adalah suatu kondisi dimana pankreas kurang atau tidak bisa memproduksi insulin (hormone penetralisir kadar gula dalam darah). Sedangkan diabetes tipe 2 adalah suatu kondisi dimana pankreas tetap dan banyak menghasilkan insulin, tapi sel tidak merespon insulin ini untuk menetralkan gula dalam darah.
Para dokter dan ahli gizi konvensional akan menganjurkan pasien diabetes untuk mengkonsumsi kentang, susu, buah manis, bahkan pemanis buatan aspartame dalam menu keseharian pasien diabetes. Ini adalah resep sarat karbohidrat yang fatal dan hanya akan memperparah diabetes pasien, baik itu diabetes tipe 1 maupun tipe 2.
Tanpa menghiraukan sifat diabetes tipe 2, kebanyakan dokter memberikan suntikan insulin setiap hari pada penderita tipe 2 dimana ini akan membuat sel makin kebal atau tidak merespon insulin untuk menetralkan kadar gula dalam darah. Dengan demikian, kondisi pasien akan makin parah, seiring makin sering diberikan insulin.
Diabetes tipe 2 sebenarnya bisa disembuhkan 100 persen hanya dengan merubah gaya hidup dan pola makan pasien. Sedangkan bagi para dokter konvensional, mereka akan tetap merawat diabetes sebagai penyakit gula darah.
Kenapa demikian?
Karena itulah yang mereka ketahui,yaitu merawatnya dengan obat. Itulah yang telah diajarkan di sekolah kedokteran karena pendanaan dilakukan oleh perusahaan obat untuk kepentingan dan keuntungan perusahaan itu sendiri. Dan parahnya, obat-obatan mereka bersifat sekedar merawat bukannya menyembuhkan. Jadi pasien akan terus menerus merasa membutuhkan obat-obatan tersebut untuk tetap bisa hidup atau setidaknya “meningkatkan kualitas hidup” pasien.
Diabetes tipe 1 dan 2 tidak sekedar “penyakit gula darah”. Tapi lebih dalam dari itu, ini adalah penyakit pankreas, insulin dan leptin, dan bisa diperbaiki melalui perubahan gaya hidup dan pola makan.
Lenyapkan Diabetes dengan Langkah-langkah Sederhana
- Batasi atau hindari gula dan karbohidrat. Ini termasuk kentang, sedikit nasi, roti, susu, dan buah-buahan manis yang dianjurkan oleh dokter. Ganti makanan yang kaya akan karbohidrat dengan banyak sayur dan buah-buahan tidak manis, serta daging.
- Makan sesuai dengan tipe nutrisi. Ini artinya disesuaikan dengan golongan darah pasien. Pasien dengan golongan darah A dan AB tidak cocok mengkonsumsi banyak daging, tapi lain halnya dengan yang bergolongan darah O yang perlu banyak protein untuk tubuhnya. Golongan darah B berdiri seimbang diantaranya.
- Berolahraga dengan intensitas yang sesuai. Olah raga akan meningkatkan sensitivitas reseptor insulin pasien, sehingga insulin yang ada bisa berfungsi lebih efektif dan tubuh tidak perlu memproduksi insulin terlalu banyak. Pasien harus selalu berolahraga sesuai dengan kondisi kesehatannya atau sesuai dengan keadaan yang memungkinkan.
- Konsumsi suplemen minyak ikan, VCO, dan chlorophyll. Ini akan mempercepat proses penyembuhan. Tapi khusus untuk minyak ikan walaupun mempercepat proses penyembuhan, berhati-hatilah untuk tidak berlebihan, karena malah akan menaikkan kadar gula darah pasien. Anjuran saya adalah 1 sendok 3 kali sehari. Pasien harus selalu mengecek kadar gulanya ketika mengkonsumsi minyak ikan.
- Cukupi kebutuhan pasien akan tidur dan istirahat.
Saran-saran saya di atas adalah untuk memperbaiki akar masalah dari diabetes itu sendiri, tapi bukan untuk mengatasi gejala yang timbul karena diabetes atau efek samping obat dokter yang terlanjur pasien konsumsi.
Jadi untuk mengatasi gelaja yang ada, ada baiknya Anda menghubungi saya, karena diperlukan terapi tambahan dari saran-saran saya di atas.
Fokus pasien adalah bagaimana supaya bisa sembuh, bukan sekedar merawat sakitnya. Jadi, stop penggunaan obat-obatan pasien karena beberapa obat telah dilaporkan mengakibatkan kematian. Dari pengamatan saya, malpraktek dokter sering terjadi pada kasus-kasus diabetes. Saya percaya Anda tidak ingin malprakterk terjadi pada Anda dan orang-orang yang Anda kasihi bukan. Jadi, lengkapi diri Anda dengan informasi yang cukup tentang kesehatan.
Untuk info lebih lanjut mengenai diabetes dan malpraktek yang terjadi di dunia kedokteran konvensional, saya akan mempublikasikannya pada Newsletter HI berikutnya. Silahkan Anda mendaftar Newsletter HI gratis untuk melindungi Anda dan orang-orang yang Anda kasihi.
“Knowledge is power and the truth will set us free.” Karena tidak tahu arah, seseorang bisa tersesat. Karena kurang pendidikan, seseorang dibodohi oleh yang lebih pintar. Dan karena tidak mengerti kesehatan dan sistem kesehatan konvensional, seseorang jadi korban malpraktek.
Healindonesia, Awan, 19 September 2008
Artikel ini adalah bagian dari ebook/buku elektronik “Rahasia Menyembuhkan DIABETES Secara TUNTAS dan ALAMI”. Jika Anda ingin mendapatkan jawaban lengkap untuk menyembuhkan diabetes, silahkan memesannya dengan cara mengklik gambar ebook di bawah ini:
Klik untuk memesan ebook/buku elektronik “RAHASIA Menyembuhkan DIABETES Secara TUNTAS danALAMI” yang akan membantu Anda memperoleh kesembuhan yang tidak akan pernah Anda dapat dari Medis Konvensional!!!

Hallo! Saya Dt. Awan, seorang Danton atau praktisi holistik modern Ananopathy yang mengobati berbagai penyakit dengan memanfaatkan Hukum Alam & sains modern. Lewat HI, saya mendedikasikan diri untuk mengungkapkan rahasia awet muda, susah sakit, dan panjang umur kepada masyarakat awam serta melindungi Anda dari kejahatan bisnis dunia medis konvensional.
7 comments
Comments feed for this article
23/09/2008 pada 1:44 am
ali
Saudara Awan, terima kasih atas informasi yang saudara berikan.
Apa yang saudara katakan di atas memang ada benarnya. Namun ada beberapa hal yang saya kurang setuju dengan pendapat saudara. Sebagai salah seorang staf dosen di kedokteran, saya ingin sedikit memberikan informasi mengenai apa yang kami ajarkan di kedokteran.
Ilmu yang diajarkan di kedokteran tidaklah dari penelitian perusahaan obat besar. Karena mahasiswa kedokteran juga tidak mendapat keuntungan dari perusahaan tersebut. Kami memang mengajarkan dan diajarkan mengenai obat-obatan namun yang kami ajarkan adalah obat-obatan generik yang belum mempunyai nama perusahaan. Selain itu, kami selalu ditekankan untuk tidak lupa memberitahukan pasien konseling informasi dan edukatif (KIE). KIE ini di antarnya menjelaskan mengenai penyakit pasien, perubahan gaya hidup yang harus dilakukan sesuai dengan penyakit pasien, pengobatan yang diberikan dll. Memang saya tidak menyangkal, ada beberapa dokter yang memberikan obat-obatan dari perusahaan ttt krn mendapat keuntungan dari perusahaan tsb. Tapi saya tidak setuju kalau ilmu kedokteran mengajarkan hal-hal seperti yang disebutkan di atas kpd mahasiswanya. Apa yang kami ajarkan adalah berdasarkan hasil penelitian ilmuwan-ilmuwan, bahkan dari journal-journal yang sudah diakui. Sekarang ini bahkan kami menganjurkan mahasiswa untuk belajar mandiri dengan banyak membaca text book, mencari journal dengan evidence base medicine dari internet dll, berdiskusi. Hal ini sudah diterapkan sejak beberapa tahun yang lalu karena kami menyadari bahwa ilmu kedokteran banyak berkembang dan mungkin ada hal-hal yang tidak kami ketahui. Sehingga mahasiswa dapat mencari hal-hal yang baru dan kami saling belajar dan bertukar pikiran dengan mahasiswa.
Terima kasih atas perhatiannya.
23/09/2008 pada 3:45 am
Awan
Dear Bu Ali,
Terima kasih utk comment Ibu dan inilah yg saya tunggu2 dr awal. Jika Ibu Ali dan para pengunjung HI lainnya amati, web ini akan bnyk berisi info2 dan artikel2 kontroversial yg seolah-olah melawan dunia medis kedokteran konvensional. Dan ini mungkin menimbulkan pertanyaan, “Apakah sy membenci dokter?”
Baiklah sy jawab bahwa saya tidak membenci dokter. Saya dididik utk tdk membenci orang, tapi sy diajar bhw sy harus bertindak demi kebenaran terlebih lagi jika kebenaran itu menyangkut nyawa manusia.
Dunia penyembuhan dibagi dua yaitu konvensional (dokter pd umumnya) dan holistik. Dunia konvensional adl dunia yg Ibu saat ini geluti sdngkan holistik itu sendiri terbagi lagi menjadi 2 yaitu tradisional dan yg modern. Saya ada di holistik modern. Praktisi holistik itu sendiri ada juga termasuk dokter yg dulunya konvensional tapi akhirnya pindah haluan.
Jika Ibu mendapati dokter yang memakai prinsip Alam dibandingkan konvensional, berarti dia itu dokter holistik. Sekolah kedokteran konvensional bnyk sekali DIPENGARUHI oleh perusahaan2 obat, dan itu tdk hrs dari perusahaan obat besar. Secara sistematik, tentu saja perusahaan besarlah yg paling menentukan.
Apa yg Ibu katakan bhw tidak selalu perusahaan besar, ya… itu memang benar. tapi tetap saja dari perusahaan obat, tidak peduli besar ataupun kecil.
Ilmuwan didunia ini dibagi dua, yaitu ilmuwan yg melakukan penelitian dg motivasi murni tnp unsur bisnis dan juga ilmuwan dg motivasi krn dibayar. Dunia konvensional penuh dengan ilmuwan yg bermotivasi kedua. Saya katakan penuh, artinya tidak semua. Tapi tetap dsayangkan kebanyakan dimotivasi hal2 tdk murni.
Dan spt yg Ibu Ali sendiri jelaskan bhw pelajar2 di sekolah kedokteran juga dianjurkan utk membaca & belajar dari journal dengan evidence base medicine… Nah itulah kelemahannya: EVIDENCE BASE MEDICINE. Jadi harus sesuai dg konvensional itu sendiri, bukannya fakta ilmiah, sejarah, dsbnya. Walaupun tidak semua pengajar spt itu, tapi pada umumnya dipraktekkan seperti demikian.
Kelemahan dari sistem pengajaran di konvensional adl Lebih mengutamakan pengobatan sintetis buatan manusia dibandingkan alam ciptaan Tuhan. Perusahaan obat tdk bisa mengambil keuntungan besar dg menganjurkan org2 Back to Nature.
Sbg umat yg percaya Tuhan, manakah yg Anda percaya lebih manjur: Apakah alam ciptaan Tuhan atau obat sintetis buatan manusia?
Dunia konvensional telah mengulang kembali kejatuhan awal manusia yaitu ingin menjadi spt Tuhan. Dunia konvensional tlh mencptkan obat2 yg pada dasarnya toksik dan merusak baik jangka pendek maupun jangka panjang. Ini terlahir dari pemikiran bhw “cara sy lebih baik daripada cara Tuhan dan LEBIH MENGUNTUNGKAN”.
Ibu dan pengunjung HI lainnya bisa mengadakan percobaan sederhana utk membuktikan manakah yg lebih baik, apakah alam ciptaan Tuhan atau obat buatan manusia yaitu:
Coba berikan anak Ibu setiap hari panadol 3 x sehari. Apa hasilnya dalam setahun? Kemudian coba Ibu berikan Virgin Coconut Oil (Minyak Kelapa Murni) pada anak lainnya 3xsehari dalam setahun, bagaimana hasilnya?
Keduanya, baik Panadol dan VCO dipakai utk pengobatan, tapi manfaat keduanya SANGAT JAUH BERBEDA.
Selain itu jika dilihat dari lingkungan, apa yg terjadi dg air dan tanah kita jika kita terus membuang obat2an sintetis berton-ton dlm setahun? Dan apakah yg terjadi jika kita membuang VCO, bawang putih, minyak ikan, dsb yg alami ke tanah dan air kita dalam setahun? Saya percaya Anda mengetahui jawabannya.
Di dunia matematika, jika kita salah berhitung di awalnya, maka perhitungan berikutnya juga akan salah, dan jika tidak dikoreksi, kesalahan tersebut akan makin parah atau fatal.
Dari sejak awal, pengajaran di dunia konvensional telah salah sehingga menciptakan didikan dan pengajaran2 yg salah pula bagi dokter2. Ini bisa kita lihat dari fakta yang ada yaitu kasus2 malpraktekn dan tidak samanya antara teori dokter dengan teori ilmuwan murni.
Kita bisa melihat apakah suatu pengajaran itu benar atau salah adl dari buah yang dihasilkannya. Saya serta ilmuwan lainnya melihat buah yg salah pada dunia konvensional dan adl kewajiban kami yg mengetahui hal yg benar utk mengoreksinya.
Tidak ada sentimen pribadi antara saya dg dokter. Motivasi sy adl sy ingin menyelamatkan jutaan nyawa yg bisa melayang krn kasus malpraktek dan teori yg salah dari dunia konvensional.
Apakah di alternatif tdk pernah ada malpraktek? Tidak justru cukup bnyk. tapi sangat jauuuuh lbh banyk kasus malpraktek di dunia konvensional dibandingkan alternatif.
Saat ini sy sdng mengadakan berbagai persiapan utk menunjukkan fakta2 kesehatan guna mengkoreksi keslhn2 yg ada. Tapi sy perlu waktu. Ibu dan pengunjung HI lainnya bisa menunggu dan melihat serta terkejut dg hasil temuan saya nanti.
Terima kasih utk atas perhatiannya.
27/05/2009 pada 3:37 am
dewi
Saudara awan,saya ingin sedikit memberikan masukan.kebetulan saya adalah ahli gizi disebuah klinik.saya kurang setuju dgn pernyataan anda bahwa apa yang dianjurkan ahli gizi konvensional adalah salah.dari pengalaman saya memberikan aturan diet bagi pasien cukup banyak pengaruhnya dengan nilai gula darah pasien yg mendekati angka normal.saya yakin bahwa apa yg saya pelajari dan saya terapkan pada pasien bukan kesalahan fatal seperti yg anda sebutkan.karena apa yang saya sarankan kepada psien didasarkan ilmu dan juga hasil penelitian.sedangkan diet berdasarkan golongan darah itu sendiri belum terbukti secara ilmu gizi dapat diterapkan pada semua orang.dalam alquran disebutkan ” dan hendaklah manusia memperhatikan makanannya”( Al Quran:abasa) dari ayat ini tersingkaplah ilmu gizi yg mempelajari hubungan antara makanan dan kesehatan jadi ilmu gizi pun merupakan bagian dari kita mempelajari kebesaran Allah.terima kasih
29/05/2009 pada 2:09 am
Awan
Bu Dewi,
Saya perlu tahu apa saja yg Ibu resepkan sebagai diet utk penderita diabetes.Siapa tahu, apa yang Ibu resepkan sebenarnya bukan dari standar medis konvensional. Kebanyakan org tdk bisa membedakan mana yg merupakan standar medis konvensional dan mana yg bukan.
Perlu diketahui perbedaan ilmu murni dengan ilmu yg DISTANDARKAN dlm medis konvensional.
Contoh yg DISTANDARKAN di medis konvensional adl diberikannya kentang, garam meja dan susu. Nah justru pemberian kentang, garam meja dan susu ini bertentangan dg ilmu ilmiah utk diberikan kepada penderita diabetes.
Utk lebih jelasnya, silahkan Ibu klik 2 artikel yg khusus saya tulis utk Ibu Dewi dan semua orang yg belum tahu perbedaan antara sains ilmiah dengan sains medis kedokteran, serta perbedaan antara dokter medis dengan dokter konvensional:
http://healindonesia.wordpress.com/2009/05/29/sains-holistik-modern-jauh-lebih-unggul-dibandingkan-medis-konvensional/
http://healindonesia.wordpress.com/2009/05/29/perbedaan-dokter-yang-setia-kepada-medis-konvensional-dengan-dokter-yang-%e2%80%9cmurtad%e2%80%9d/
Jika apa yg Ibu resepkan ke pasien sdh benar, itu berarti memang Ibu tdk memakai STANDAR medis konvensional.
Disamping itu, yang perlu diperhatikan dan jadi tujuan utama bukanlah turunnya gula darah, tapi KESEMBUHAN TOTAL dari penyakit diabetes. Jadi, jangan menjadikan turun kadar gula darah yang MENDEKATI normal (baru mendekati, blm normal) sebagai acuan bahwa suatu terapi itu baik atau berhasil. Suatu terapi/pengobatan dikatakan berhasil jika membawa kesembuhan bagi pasien. Banyak pengobatan yg memang bisa menurunkan kadar gula darah (tapi blm tentu menormalkan) seperti misalnya penggunaan suntikan insulin. Tapi suntikan insulin ini TIDAK MENYEMBUHKAN diabetesnya. Thx
17/07/2009 pada 10:59 am
Jonathan Haryanto
Menurut hemat saya, jika sakit, kita perlu ke dokter untuk mencari tahu penyakit apa. Setelah tahu penyakitnya, cobalah obati dengan obat alam, herbal, atau holistik. Tetapi, jauh lebih baik mencegah dari pada mengobati. Efek samping negatif dari obat2an kimia sebetulnya sudah bukan rahasia lagi, sudah banyak yang mengetahuinya.Cuma orang tidak tahu harus bagaimana. Cobalah mencegah penyakit dengan pola hidup NEW START (Holistik)
N = Nutrition
E = Exercise (olah raga)
W = Water (air putih)
S = Sun shine (sinar matahari)
T = Temperant (pikiran)
A = Air (udara segar)
R = Rest (istirahat yang cukup)
T = Trust in God (iman kepada Tuhan)
05/10/2009 pada 7:22 am
adi
Dengan hormat,
Sebagai orang islam Kita percaya, ALLAH yang menurunkan penyakit, ALLAH pula yang menurunkan obatnya, jadi Saya baru berusia 30 Tahun dan belum menikah, kata dokter penyakit Diabetes saya tidak dapat di sembuhkan, Bagaimana ini pak…Saya jadi tidak nyaman dalam hidup, lalu Semua makanan saya dilarang, Apa yang sebaiknya Saya konsumsi Pak…?
Terimakasih atas kepeduliannya.
05/10/2009 pada 7:38 am
Awan
@Pak Adi: Saya tdk percaya jika Diabetes tdk bs disembuhkan. Para praktisi alternatif maupun holistik telah berkali-kali berhasil menyembuhkan diabetes dg seijin Tuhan. Utk membantu saya mendiagnosa penyebab diabetesnya dan apa terapi yg tepat, sy perlu data2 lebih lengkap lagi dari Anda. Jadi mohon bantuannya utk melengkapi Formulir Data Pasien di link:
https://spreadsheets.google.com/viewform?formkey=cFVRZHo2UFBWSkM1TnNuaGxjb3RlZnc6MA..